Monday, December 26, 2011

Tembok Biru




Pergi
Aku akan melangkah pergi
Memerhati tembok biru itu
Sekian lama meninggi bersamaku

Ku sentuh tembok biru itu
Melihat retak-retak lama
yang sudah bertambah
yang sudah menjalar
keseluruhannya

Angin sayu berdendang
Hujan pilu berjatuhan
Guruh sayu bergendangan
Membawa sedikit demi sedikit
serpihan tembok terbang jauh
selamanya

Kini
Ribut kusut sudah hilang
Angin tenang mula menghembus
Mentari harapan kembali bersinar
Burung kebahagiaan sudah menetas

Terbanglah
Terbang bebas di awanan kasih
Mencorakkan pelangi senyuman
membirukan hati yang kusam

Aku akan melangkah pergi
meninggalkan tembok biru
yang sudah rapuh dimamah masa
yang sudah retak ditelan derita
yang sudah jatuh dikikis air mata

Selamat tinggal tembok biru
Selamat tinggal tasik air mata
selamat tinggal bunga derita

Aku kini melangkah jauh
menebarkan sayap kebebasan
menanti bayu kehidupan
membawa ku terbang

No comments:

Post a Comment